Harga sebuah keajaiban



Pada suatu hari, seorang anak laki-laki bernama Josh memecahkan celengannya, menghitung uang dari celengannya itu dengan sangat teliti, bahkan Josh menghitung ulang uangnya sampai tiga kali. "Saya tidak boleh sampai salah hitung", pikirnya dalam hati.
Josh menaruh seluruh uang nya dalam sebuah toples kecil, lalu menutup tutup toples itu dengan rapat. Kemudian ia diam-diam menyelinap keluar dari rumahnya melalui pintu belakang dekat dapur.

Josh berjalan menuju toko obat yang merupakan satu-satunya toko obat di kota tempat ia dan keluarganya tinggal. Ia masuk ke dalam toko obat dan dengan sabar menunggu apoteker yang sedang mengobrol dengan pria paruh baya dengan tubuh tinggi dan berpakaian rapi sampai menyadari kehadiran anak tersebut.

"Halo Nak, apakah yang bisa saya bantu?" Apoteker bertanya kepada Josh dari meja konternya.
"Saya mau beli keajaiban.", jawab Josh.
"Maaf Nak, apa maksudmu ingin beli keajaiban?" Apoteker bertanya kembali kepada Josh dengan penuh kebingungan.
"Adik perempuanku sedang sakit dan Ayah bilang hanya keajaiban yang dapat menyembuhkannya. Jadi saya ingin mendapatkan keajaiban untuknya. Berapa harga keajaiban itu?" Josh menjelaskan kepada apoteker tersebut.
"Maaf Nak, kami tidak menjual keajaiban disini." Apoteker tersebut menjawab dengan lembut. Hati apoteker itu penuh rasa iba.
"Saya punya uang untuk membayar keajaiban tersebut. Jika tidak cukup... Saya akan mendapatkan uang lebih banyak lagi. Katakan saja berapa harga keajaiban itu."

Pria paruh baya yang sebelumnya mengobrol dengan apoteker mendengar pembicaraan Josh dengan si apoteker. Lalu dia melihat kearah Josh dan bertanya, "Jenis keajaiban apa yang dibutuhkan oleh adikmu, Nak?"

"Aku tidak tahu." Josh menjawab pria tersebut. Air mata mulai membasahi mata Josh dan mengalir ke pipinya. "Aku hanya tahu kalau adikku sedang sangat sakit dan memiliki sesuatu yang buruk tumbuh di dalam kepalanya. Dokter bilang adikku butuh operasi. Tapi ayah tidak bisa membayarnya, jadi kami butuh keajaiban untuk menyelamatkannya. Tolong, Aku akan menggunakan seluruh uangku untuk menyembuhkan adikku."

"Berapa uang yang kamu punya, Nak?" Pria itu bertanya kepada Josh.

"1 dollar dan 12 sen." Josh menjawab dengan suara pelan, nyaris tidak terdengar.
"Ini yang aku punya sekarang, tapi aku akan mendapatkan lebih banyak uang jika uangku yang sekarang kurang." Josh dengan cepat menambahkan.

"Oh, sungguh kebetulan sekali." Jawab pria tersebut sambil tersenyum. "1 dollar dan 12 sen, adalah harga keajaiban untuk adikmu."

Pria tersebut mengambil uang Josh kemudian ia menggenggam tangan Josh dan berkata, "Bawa aku ke tempat adikmu. Mari kita lihat apakah aku punya keajaiban yang ia butuhkan."

Pria tersebut adalah Dr. Carlton Armstrong. Ia merupakan adik dari apoteker tersebut dan merupakan dokter ahli bedah saraf. Operasi dilakukan tanpa dipungut biaya apapun. Setelah beberapa waktu sejak operasi selesai, adik Josh sudah sehat dan kembali pulang ke rumah. 

Ayah dan Ibu Josh sedang berbicara mengenai operasi yang baru selesai dilakukan oleh adik Josh. "Operasi itu.." Ibu Josh berkata, "adalah suatu keajaiban. Aku bertanya-tanya dalam hatiku, berapa seharusnya biaya operasi tersebut?"

Josh tersenyum penuh arti karena ia tau persis berapa harga keajaiban itu. 1 dollar dan 12 sen, plus dengan iman dari seorang anak kecil.